Tulisan Motivasi Singkat: Pesan Untuk Diri Sendiri
Memasuki usia yang hampir menyentuh kepala tiga membuat hati saya berdebar dengan cara yang sulit dijelaskan. Kadang saya merasa khawatir karena seakan belum mencapai apa pun yang berarti selama hidup. Bagi generasi saya, memiliki karier ideal, sukses, atau bisa menimba ilmu hingga ke luar negeri masih terasa seperti angan-angan yang jauh di langit.
Namun seiring waktu, kedewasaan memaksa saya memilih arah. Saya mulai menyadari bahwa hidup membutuhkan keputusan, keberanian, dan langkah kecil yang terus diulang. Ada hari-hari ketika saya lelah, kehilangan motivasi, atau merasa tidak punya hal yang bisa dibanggakan. Pada momen-momen itu, saya kembali bertanya pada diri sendiri: sebenarnya, hidup seperti apa yang ingin saya jalani?
Merencanakan masa depan sering membuat saya ragu. Mampukah saya? Bisakah saya? Ketakutan gagal kerap muncul tanpa diundang, membayangi malam-malam hingga saya sulit tidur. Saya takut jalan hidup ini tidak bergerak seperti yang saya impikan.
Tapi di antara rasa takut itu, saya belajar memahami diri. Saya ingin terus menulis, mencintai suami, merawat kucing-kucing saya, dan bertumbuh dari hal-hal kecil yang dapat saya lakukan setiap hari. Saya berharap selalu ada secercah harapan, sekeping motivasi, yang membuat saya tetap berjalan meski perlahan.
Saya percaya, setiap perjuangan yang saya jalani hari ini suatu saat akan menemukan jawabannya. Tidak perlu resah hanya karena belum mencapai apa yang diinginkan. Setiap orang memiliki jadwalnya sendiri untuk bersinar — tidak ada yang terlalu cepat atau terlambat. Semua sudah pada tempatnya.
Untuk diri saya sendiri: tetap semangat. Perjalanan ini belum selesai, dan akan selalu ada rintangan yang harus dilewati. Namun doa dan usaha tidak pernah sia-sia. Pada waktunya, semuanya akan indah dan tepat. Semoga Tuhan mendengar harapan-harapan kecil yang saya titipkan untuk masa depan.

