Menjadi dewasa bukan hanya tentang bekerja dan berjuang, tetapi juga tentang memahami dan berdamai dengan diri sendiri.
Tulisan reflektif tentang lima hal penting yang penulis pelajari dalam menjaga kesehatan mental: menyadari trauma, berdamai dengan diri, refleksi diri, mencari hobi baru, dan bersyukur setiap hari.
Semakin dewasa, saya belajar bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mengejar karier atau cinta. Dalam proses tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, saya menyadari bahwa hidup penuh dengan tantangan yang tidak selalu mudah. Cara kita menghadapi berbagai masalah itu sangat menentukan ketenangan batin. Dari perjalanan ini, saya belajar beberapa hal penting tentang bagaimana menjaga kesehatan mental saya sendiri.
Menyadari trauma yang pernah saya alami
Butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami luka batin yang saya bawa. Bukan hanya tentang kebingungan menentukan masa depan, tetapi juga tentang menghadapi masa lalu yang belum tuntas. Saya sering merasa takut mengambil keputusan, dan ketakutan itu pernah membuat saya takut untuk menikah. Namun, saya belajar bahwa keberanian tidak lahir dari ketiadaan rasa takut, melainkan dari keikhlasan untuk menerima dan melangkah meski masih takut.
Berdamai dengan diri sendiri
Dari berbagai kegagalan, rasa iri, dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri, saya akhirnya sadar bahwa akar dari ketidakbahagiaan sering kali berasal dari pikiran negatif. Saya belajar berkata pada diri sendiri, tidak apa-apa jika belum mencapai target, tidak apa-apa jika belum seperti orang lain, dan tidak apa-apa jika masih terlambat. Semua orang punya waktunya masing-masing, dan saya belajar untuk memaafkan diri sendiri atas segala ketidaksempurnaan itu.
Meluangkan waktu untuk refleksi diri
Beban pekerjaan, amarah atasan, dan tekanan dari lingkungan sering kali membuat emosi mudah meledak. Saya menyadari bahwa menghabiskan waktu sendirian untuk merefleksikan diri sangat penting. Saat saya berhenti sejenak dan menenangkan pikiran, saya bisa melihat bahwa masalah akan selalu ada, tetapi cara kita menyikapinya menentukan kedamaian hidup kita. Refleksi diri membantu saya kembali menemukan keseimbangan.
Berteman dan mencari hobi baru
Ketika perasaan gelisah, cemas, dan kehilangan motivasi datang, saya mencoba hal baru. Entah itu belajar keterampilan baru, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi, atau bertemu orang baru. Saya percaya bahwa tubuh dan pikiran butuh suasana segar. Aktivitas baru membuat saya lebih bersemangat dan tidak terus-menerus terjebak dalam kesedihan. Dengan begitu, saya bisa melihat hidup dari sudut pandang yang lebih positif.
Belajar untuk selalu bersyukur setiap hari
Hal sederhana seperti bersyukur sering kali terlupakan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gaya hidup yang serba cepat, dan tekanan untuk selalu tampil sukses, kita mudah lupa bahwa bisa bangun tidur dengan sehat pun adalah anugerah besar. Saya belajar untuk menghargai hal-hal kecil: napas yang masih mengalir, makanan yang bisa dinikmati, dan tidur yang tenang. Semua itu adalah bentuk kemewahan yang tidak semua orang miliki.
Menuliskan semua ini tidak mudah, karena saya harus jujur menghadapi diri sendiri. Tapi saya sadar bahwa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, adalah bagian dari mencintai diri sendiri. Banyak orang terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain di media sosial hingga lupa memperhatikan kesejahteraan batin mereka sendiri.
Karena di akhir hari, berdamai dengan diri sendiri adalah bentuk cinta paling tulus yang bisa kita berikan.
Artikel ini pernah tayang di Kompasiana.com

